Thefubbys’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Perbedaan Jobstreet dan karir.com Maret 23, 2012

Filed under: Uncategorized — melly fitria @ 3:21 pm

JobStreet, Karir.com, mana yang lebih baik?

Buat para pencari kerja, informasi mengenai lowongan pekerjaan merupakan hal yang sangat vital. Di sisi lain, bagi para penyedia kerja, informasi mengenai tenaga kerja yang tersediapun merupakan hal yang sangat penting. Karena tentunya, para penyedia kerjapun ingin mendapatkan kandidat terbaik untuk ditempatkan di posisi tersebut, maka dari itu proses pencarian kadidat pun seringkali menjadi suatu petualangan yang meletihkan baik bagi para pencari maupun penyedia kerja.

Atas dasar kebutuhan inilah kemudian, dengan memanfaatkan teknologi internet yang menghapuskan batasan-batasan fisik, bermunculanlah situs-situs terkait lowongan kerja, dengan tujuan utama mempertemukan atara para pencari kerja dengan para pemberi kerja.

Untuk Indonesia, terdapat beberapa situs lowongan kerja yang sudah cukup established. Ada yang merupakan franchise dari situs serupa di luar negeri, dan ada pula yang lahir dan tumbuh di bumi Indonesia ini. Situs-situs tersebut adalah karir.com, dan JobStreet. Dalam pelaksanaannya, antara kedua situs ini ternyata memiliki koleksi lowongan dan pemberi kerja yang berbeda-beda. Hanya sekali duakali sajalah terdapat lowongan yang sama yang dimuat di beberapa situs sekaligus. Ini artinya, seorang pencari kerja dapat secara selektif memilih diantara kedua situs ini, mana yang jenis lowongannya cocok untuk dirinya. Atau, seperti yang banyak dilakukan para pencari kerja umumnya, pantau saja kedua-duanya!

Untuk pemantauan lowongan, maka hal yang sangat bermanfaat adalah adanya fasilitas “job alert”, yang dikirim secara periodik ke pelamar yang membutuhkan. Job alert ini biasanya, sesuai sifat dari sumber beritanya sendiri, adalah dalam bentuk digital, alias e-mail. Karena kemudahan dan rendahnya biaya yang diperlukan (~nol), maka fasilitas job alert ini kemudian menjadi salahsatu andalan utama para pencari kerja, dalam menemukan “jodoh” yang tepat.

Namun dengan semua kemudahan yang tersedia, apakah situs-situs penyedia informasi lowongan kerja ini sudah memanfaatkan secara maksimal perkembangan teknologi internet, serta fasilitas job alert yang mereka miliki? Berikut ini ulasan singkat mengenai situs-situs tersebut.

JobStreet

Seperti halnya JobsDB yang memiliki cabang di beberapa negara, JobStreet pun sama memiliki kantor perwakilan di beberapa negara Asia. Jadi dari segi koleksi lowongan, maka member dari situs JobStreet ini memiliki kemampuan untuk juga mencari tahu mengenai lowongan yang ada di negara-negara lain.

Walaupun masih kalah pamor dari JobsDB, namun dari segi fitur, situs ini memiliki beberapa fasilitas yang menarik untuk membantu para pencari kerja mendapatkan lowongan yang sesuai. Dua diantaranya adalah, “Jobs others like you have applied for” dan “Jobs with low application submission”. Yang pertama menginformasikan lowongan apa sajakah yang menjadi favorit diantara para pencari kerja dengan kualifikasi yang setara anda? Sedangkan yang kedua, yaitu sebaliknya, menginformasikan lowongan apa sajakah yang cukup sesuai dengan karakter diri anda, tapi hanya sedikit yang berminat. Informasi ini penting karena logikanya, semakin sedikit saingan, maka semakin besar juga kemungkinan anda dipertimbangkan untuk mengisi posisi tersebut.

Tidak hanya terkait lowongan, maka terkait job application yang sudah pernah anda kirimpun, JobStreet menyediakan beragam informasi tambahan yang menarik. Diantaranya: total jumlah aplikasi lamaran yang masuk, tanggal, status aplikasi, dan berapa kali calon employer anda telah melihat CV anda! Jadi bagaikan forwarder dengan fasilitas GPS, maka di situs inipun anda bisa memantau sudah seberapa jauh tahap lamaran anda diproses.

Selain soal fitur, perihal tampilan dan navigasi situs JobStreet inipun relatif lebih user-friendly dan mudah dikendalikan dibandingkan JobsDB. JobStreet juga tidak memasang restriksi jenis browser apa yang harus user pergunakan, karena fitur-fiturnya berjalan baik di keluarga kecil Mozilla (Firefox, Mozilla, Netscape), maupun di keluarga besar paman Internet Explorer.

Dalam hal job alert, JobStreet mengirimkan informasi dalam format yang list, dengan matrikulasi informasi yang mudah untuk dimengerti pembaca.

Format: Job Title + Job field, Company + Industry, Location, Requirements, dan Link

Sedangkan informasi yang tertera di bagian subjectnya adalah sebagai berikut:

Format: Job Title, other jobs / position available.

Karir.com

Situs Karir.com lahir dan besar di Indonesia, serta kelihatannya hanya akan fokus ke pasar Indonesia saja. Oleh karena itu, data lowongan yang mereka milikipun terbatas pada lowongan-lowongan yang ada di Indonesia saja.

Baik dari segi fitur maupun tampilan, situs Karir.com ini termasuk yang paling konservatif dan konvensional. Dalam hal manajemen data lowongan, terdapat beberapa menu shortcut dari data filtering yang dianggap umum dipakai untuk pencarian data, tapi selebihnya tidak ada pengolahan data lebih lanjut. User dapat melihat gambaran singkat mengenai status resume mereka secara global, tapi selebihnya tidak ada data terperinci.

Uniknya, Karir.com malah mengambil arah pengembangan pelayanan yang berbeda dengan situs-situs saingannya, yaitu dengan menyediakan microsite social networking; fitur serupa Friendster namun khusus tekait karir.

Untungnya dalam hal akses, Karir.com juga tidak memberlakukan ketentuan khusus untuk mengakses situsnya, jadi baik melalui Firefox ataupun IE, tampilan dan fungsi berjalan dengan sama baiknya.

Dalam hal job alert, Karir.com mengirimkan informasi dalam format list, namun dalam tata susun yang cenderung membingungkan! Data lowongan dimuat dalam susunan yang rapat, serta saling berjauhan secara horizontal tanpa adanya bantuan visual apapun untuk pengelompokan / pemisahan data. Akibatnya, user harus lebih teliti dalam membaca, karena data-data yang disajikan tampak “menggumpal” sehingga terdapat kecenderungan tinggi untuk salah baca dalam menyambungkan antara kolom perusahaan dengan kolom lowongan.

Format: Nama perusahaan, Posisi, Lokasi, dan Link.

Sedangkan informasi yang tertera di bagian subjectnya adalah sebagai berikut:

Format: Alert. Karir.com sama sekali tidak memanfaatkan bagian header ini untuk membantu mempromosikan isi job alert, sehingga relatif tidak informatif, apalagi jika dibandingkan dengan JobStreet.

Namun demikian, jika dilihat sekilas antara kedua situs lowongan kerja yang sudah diuraikan disini, Karir.com kelihatannya yang paling unggul dalam hal jumlah data lowongan kerja di Indonesia. JobStreet relatif agak tertinggal dalam jumlah data yang dimiliki.

Berikut matrikulasi kesimpulan dari tulisan ini:

No.

Nama Situs

Fasilitas online

Job Alert

Cakupan

Jumlah data

1.

JobStreet

Baik sekali

Baik sekali

Regional

Sedang

2.

Karir.com

Cukup

Cukup

Nasional

Besar

Selain dari kedua situs populer ini, terdapat juga beberapa situs lowongan kerja lainnya dengan jumlah data yang tidak terlalu besar, sehingga kurang menarik untuk dikunjungi secara rutin.

Selain dalam bentuk portal website, situs-situs lowongan kerja ini ada juga yang mengambil format mailing list, dengan lowongan yang bersifat khusus karena biasanya hanya disebarkan terbatas antar teman / anggota milis, dan dengan proses penerimaan yang juga kental muatan subyektifitasnya.

Banyak juga yang tampil dalam bentuk blog, dengan sajian informasi yang biasanya tidak didapat langsung dari employer melainkan dari hasil internet search.

Atau ada juga situs yang menghimpun data lowongan dari media cetak, seperti yang dilakukan oleh situs KlikKarir.com.

Sedangkan dalam lingkup yang masih sangat terbatas, situs-situs internasional lainnya serupa Monster.com pun sudah mulai memuat lowongan-lowongan yang berbasis Indonesia. Inipun rata-rata berasal dari perusahaan PMA / Internasional, dengan sasaran yang tidak khusus tenaga kerja lokal.

Macam-macam kelebihan dan kekurangannya, namun semuanya bertujuan sama: mempertemukan antara para pencari kerja, dengan pemberi kerja. Semoga sumber-sumber informasi tersebut bisa membantu anda dalam menemukan “jodoh” yang selama ini anda idam-idamkan.

 

ASPEK DESAIN OFFICIAL WEBSITE untuk pemerintahan, corporate dan pribadi. November 23, 2011

Filed under: Uncategorized — melly fitria @ 3:02 pm
  1. Warna

Dari segi warna http://www.kemenperin.go.id/ mengambil tema warna biru yang merupakan warna primer. Secara psikologis warna biru bisa menimbulkan perasaan tenang dan merupakan salah satu warna yang sangat akrab di mata kita. Dalam http://www.kemenperin.go.id/ menggunakan warna biru muda dan turquoise untuk menimbulkan perasaan yang tenang, tidak terburu-buru dan apa adanya. Sang creator mungkin ingin memunculkan efek tenang dan juga elegan dalam website ini. Warna biru adalah warna yang netral, yang bisa diterima oleh kaum pria dan wanita.

  1. Layout

Dari segi layout tampilannya sangat sederhana, tidak terlalu megah juga istimewa, mungkin saja creator tidak ingin memnuculkan suatu website yang sulit tapi ingin memunculkan tampilan yang friendly dan nyaman untuk penggunanya yang tidak terlalu paham dengan penggunaan website.

  1. Filosofi

Terdapat visi misi dari http://www.kemenperin.go.id/ yaitu Membawa Indonesia pada Tahun 2025 untuk menjadi negara industri tangguh dunia dan membangun industri manufaktur untuk menjadi tulang punggung perekonomian.

  1. Fasilitas yang ada

Terdapat fasilitas link khusus seperti virtual exhibition, IP/IT baja, e-licensing, kebijakan industri, dan shindanshi yang bisa digunakan pegawai pemerintahan kementrian perindustrian. Terdapat juga indikator ekonomi yang salah satunya bisa mengetahui nilai inflasi. Juga terdapat contact usa untuk pusat komunikasi public salah satunya untuk mengadukan atau mengajukan keluhan.

  1. Rubrikasi

Secara rubrikasi menampilkan banyak berita industri yang merupakan laporan atau ulasan dari kinerja departemen ini. Berita foto menampilkan rapat maupun jumpa pers yang ditampilkan dengan gambar berupa foto dari beberapa staff atau anggota. Secara rubrikasi sudah sangat lemgkap banyak mengulas tentang laporan-laporan dengan sekali klik pada PUBLIK semua berita maupun perencanaan sudah ada dalam link ini.

  1. Perbandingan dengan website luar

Saya membenadingkan dengan website yang dimiliki WHO http://www.who.int/en/ yang secara tampilan warna dan layout tidak berbeda jauh dengan http://www.kemenperin.go.id/.

  1. Posisi menu dan berita

Secara posisi menu dan berita kementrian oerindustrian sudah cukup baik, berita terbaru ada disebelah kiri memungkinkan sekali intuk dibuka oleh orang-orang yang mengunjungi website ini, karena manusia pasti akan menoleh ke sebelah kiri dulu dibandingkan sebelah kanan. Berita utama ada di tengah-tengah dari website ini, sehingga orang-orang tidak perlu bersusah payah lagi untuk mencari-cari berita.

SUMBER :

http://www.kemenperin.go.id/.
http://www.who.int/en/

 

ASPEK PSIKOLOGIS TEKNOLOGI INTERNET

Filed under: Uncategorized — melly fitria @ 2:59 pm

Penggunaan internet dalam perkembangannya selalu ada pro dan kontra, tergantung dengan penggunaan dari masing-masing pihak. Penggunaan yang dilakukan oleh ana-anak dari segi positifnya bisa meningkatkan kemampuan spatial dari anak tersebut seperti pembuatan website, robotika, blog dan sebagainya. Disini kemapuan kognitif dari seorang anak akan berkembang secara signifikan. Tetapi apabila tidak menapatkan bimbingan orang tua yang memadai anak-anak akan membuka internet untuk hal-hal yang positif seperti memebuka situs pornografi yang mungkin didapatkan dari teman-teman disekolahnya, dalm hal ini orang tua harus berhati-hati.

Bukan hanya dari segi pornografi, anak-anak bisa kecanduan game online yang mungkin belum pantas untuk mereka mainkan, karena apabila anak-anak memainkan games online secara terus-menerus akan menimbulkan kecanduan dengan permainan tersebut dan mungkin saja hal terburuknya adalah agresivitas anak tersebut akan meningkat karena terpengaruh dengan permainan yang kasar. Internet juga sangat penting untuk menunjang informasi terbaru yang dibutuhkan oleh anak-anak. Tugas yang banyak dan mungkin susah dicari jawabannya bisa dicari dengan menggunakan internet sehingga bisa menyeleseikan tugas yang ditanggung.

 

Membandingkan Penggunaan Fasilitas : Email, SN, IM dari sisi psikologis

Filed under: Uncategorized — melly fitria @ 2:56 pm

A. PERBANDINGAN ANTARA YAHOO DAN GMAIL

Menurut kalian, bagusan mana antara Yahoo Mail atau Gmail???. Awalnya saya sempat bingung, antara yahoo mail dan gmail mana yang memiliki fasilitas lebih unggul diantara keduanya. Saya akan mencoba untuk membandingkan anatar Yahoo mail dan Gmail, jika kita lihat dari segi kecepatan, keamanan dan kapasitasnya.

Kecepatan

Jika dilihat dari segi kecepatan, harus diakui bahwa Gmail lebih cepat daripada Yahoo mail. Untuk login, seakan Gmail melesat tanpa hambatan, sedangkan Yahoo seringkali agak lambat atau terkadang susah masuknya, apalagi ketika kita lagi penting untuk mengirim file kantor atau tugas kuliah (yang ada bisa stres). Bagi kamu yang koneksi internet-nya tidak stabil atau sering nge-net di warnet, kamu bisa lihat sendiri perbandingannya. Dan satu lagi, kecepatan Gmail dalam menerima Email menurut saya cukup cepat. Jika kita tetap login dan berada di halaman account, kita tidak perlu me-refresh halaman untuk melihat apakah ada Email masuk atau tidak. Sedangkan Yahoo mail, terkadang kita perlu me-refresh halaman kembali untuk melihat apakah ada Email baru yang masuk. Email yang masuk pada yahoo mail malah masuk kedalam spam (bisa membuat orang panik.)

 

Keamanan

Jika kita feedback lagi kebelakang, seperti informasi yang saya dapatkan bahwa banyak pihak yang menyarankan kepada pihak Google untuk menggunakan versi aman protocol untuk memproteksi Gmail. Data yang tidak terenkripsi ketika login ke Gmail dapat menjadi sebuah celah bagi pihak lain untuk mencuri identitas yang ada pada account Gmail kita.

Trus bagaimana dengan sekarang? I don’t know… Tapi hal tersebut akan menghilang seiring dengan waktu serta kenyataan yang sebenarnya dari para pengguna. Sedangkan Yahoo mail telah mengantisipasi hal ini sejak lama, ditambah pula pihak Yahoo mewajibkan pengguna mengisi email optional serta pertanyaan rahasia untuk memberikan proteksi jika terjadi hal yang tidak diinginkan bagi pemilik acoount. Di sisi lain, Gmail memberikan proteksi Email spam yang lebih baik ketimbang Yahoo mail. Maka, dalam hal keamanan, diantara keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya.

 

Kapasitas penyimpanan

Gmail memiliki kapasitas penyimpanan (storage) yang terbatas. Sedangkan Yahoo memberikan kapasitas penyimpanan yang tidak terbatas.

Setelah saya coba membandingkan, so kalian mau pilih yang mana Yahoo mail atau Gmail???

B. PERBANDINGAN ANTARA FACEBOOK DENGAN TWITTER

Facebook

Facebook pertama didirikan pada tahun 2004 oleh seorang Mahasiswa Harvard University yang bernama Mark Zuckerberg. Pada awalnya facebook ini dibuat hanya untuk kalangan terbatas yaitu untuk mahasiswa Harvard. Namun sekarang facebook telah dibuka keanggotaanya untuk umum. Mark yang memang hobi mengotak-atik program pembuatan website berhasil menulis kode orisinal Facebook dari kamar asramanya. Untuk membuat situs ini, ia hanya butuh waktu sekitar dua mingguan. Mendapati Facebook mampu menjadi magnet yang kuat untuk menarik banyak orang bergabung, ia memutuskan mengikuti jejak seniornya-Bill Gates-memilih drop out untuk menyeriusi situsnya itu. Bersama tiga rekannya-andre McCollum, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes-Mark kemudian membuka keanggotaan Facebook untuk umum. Dan sekarang Mark Zuckerberg dinobatkan sebagai orang terkaya ke 4 versi majalah Forbes. Kekayaannya disebutkan ‘hanya’ 1,5 miliar dolar AS (Rp 13,6 triliun). Namun Zuckerberg baru berusia 23 tahun.

Beberapa keunggulan atau kelebihan Facebook:

  1. Clean Layout, layout yang sangat baik walaupun ada beberapa menu yang posisinya tidak gampang ditemukan.
  2. No advertising, tanpa banner ataupun iklan gambar yang mencolok. Facebook memiliki block atau feature yaitu flayer untuk mengiklankan sesuatu tapi pengguna tidak akan menyangka itu adalah iklan.
  3. Network, pada awal pembuatan account kita disuruh memilih jaringan utam kita berdasarkan negara. Dengan fitur ini kita dengan mudah menemukan teman yang berada di Indonesia.
  4. Group, berbeda dengan Friendster yang mengharuskan kita membuat account untuk komunitas atau sekolah di Facebook kita bisa membuat group dimana group ini memiliki fitur yang sangat baik untuk membentuk komunitas online seperti diskusi, foto, wall atau testimonial, dan fitur lainnya.
  5. Photo Album, kita bisa membuat foto album sehingga foto kita bisa dibuat kategori. Dan fantastisnya jumlah foto tidak dibatasi alias unlimited.
  6. Selling, Facebook memiliki fitur yang memungkinkan kita menawarkan barang atau jasa ke pengguna lainnya. Berbeda dengan Friendster yang cuma menyediakan buletin.
  7. Event, kita bisa mengisi event atau kegiatan yang kita ingin pengguna lain tahu. Misalnya ada party, atau launching produk kita bisa mengisi event dan pengguna lain bisa melihatnya. Di friendster lagi-lagi cuma bisa masuk di bulletin.
  8. Status update, kita bisa mengisi status kita sedang apa saja. Misalnya lagi dirumah, trus pergi kuliah, semua itu bisa diupdate dan bisa dilihat oleh pengguna lain. Jadi kita bisa tau kegiatan sehari-hari teman kita.
  9. Mobile access, fitur yang sangat mobile. Kita bisa update status, add friend, atau kegiatan di Facebook lainnya dengan mengirim SMS. Hampir sama dengan SMS Banking.
  10. Mobile Browsing, bisa mengakses website Facebook langsung dari handphone kamu. Dengan tampilan yang disesuaikan kondisi handphone akses lebih mudah dan cepat dibanding mengakses website dengan tampilan desktop dari handphone.
  11. Anti Fake account and Spam, Facebook memiliki fitur yang mantap mencegah account palsu dan spam. Untuk mendaftar dengan nama yang bisa dicurigai account palsu kita harus mengirim request ke email untuk dibuatkan account oleh technical support Facebook. Untuk tiap aksi posting maka kita harus mengisi CAPTCHA untuk mencegah spam, bila tidak ingin terus menggunakan CAPTCHA, kita bisa menverifikasi account dengan mengirim konfirmasi ke HP kita dan kemudian mengisi form verifikasi sesuai kode yang dikirim ke account kita.
  12. Develop your Facebook widget, kita bisa membangun aplikasi kemudian dipasang di profil kita menggunakan API dari Facebook platform. Bisa buat game, feed reader, dan aplikasi lainnya.
  13. Bandwith yang dipakai tidak terlalu besar, sehingga Surf di Facebook lebih cepat daripada di Friendster.
  14. Tag Photo dengan fitur ini, maka saat foto bersama, sesama pengguna facebook bisa “tagging” atau menandai orang lain yang ada dalam foto tersebut, dan akan terkirim ke facebook orang yang di tag.
  15. Banyak game bagus yang bisa langsung dimainin di facebook langsung.

Beberapa kelemahan atau kekurangan Facebook:

  1. Pada saat sign up terkadang membingungkan para pengguna yang awam.
  2. Karena banyaknya fitur sehingga buat user yang masih awal pasti merasa bingung.
  3. Aplikasinya tidak dibatas, sehingga banyaknya aplikasi yang dipasang membuat beberapa orang jengkel karena harus lama meload halaman. Selain itu menurut beberapa orang mengalami kesulitan ketika join aplikasi.
  4. Banyaknya invitasi aplikasi terkadang membuat beberapa orang jengkel.
  5. Facebook kurang friendly sama orang yang suka gonta ganti background dan layout. Sehingga terasa lebih monoton.
  6. Pengguna Facebook di Indonesia masih sedikit jika dibandingkan Friendster.
  7. Facebook masih terasa exclusive sehingga belum merakyat seperti Friendster
  8. Mengekslorasinya masih belum sebebas friendster.

Twitter

Twitter didirikan oleh 3 orang yaitu Jack Dorsey, Biz Stone, dan Evan Williams pada bulan Maret tahun 2006. Dan baru diluncurkan bulan Juli ditahun yang sama. Twitter adalah jejaring sosial dan micro-blogging dimana kita sebagai pengguna dapat memberikan informasi update (perbaruan) informasi tentang diri kita, bisnis dan lain sebagainya. Di Amerika, Twitter sangatlah populer bahkan hampir bisa disamakan kepopulerannya dengan Facebook. Salah satu hal yang menyebabkan mengapa Twitter begitu populer adalah karena kesederhanaannya serta mampu menjawab tantangan sebuah media sosial untuk saling berkomunikasi secara lebih simpel antar pengguna. Menurut comScore, user twitter telah mencapai 44,5 juta. Jejaring sosial ini telah menempati posisi 52 besar dunia mengalahkan ESPN, BBC, dan Craigslist.

Beberapa keunggulan atau kelebihan Twitter:

  1. Twitter adalah sebuah layanan gratis dan sederhana untuk menyiarkan status singkat melalui Internet. Karena singkat, status Twitter dapat dikirim melalui e-mail, SMS, dan jejaring sosial.
  2. Untuk menuliskan status Twitter, seseorang harus memiliki akun. Namun setelah memiliki akun, untuk menulis status atau tweet dapat melalui banyak program untuk berbagai perangkat, tidak harus melalui twitter.com.
  3. status Twitter dapat langsung diumumkan ke seluruh pemakai Twitter. Beda dengan status Facebook yang hanya dapat dilihat oleh pengguna yang sudah menjadi teman. Itulah sebabnya kini Twitter banyak dipakai oleh para politisi, perusahaan, bahkan pemerintah (tapi di negara lain lho). Mereka dapat mengumumkan berita-berita penting yang langsung dilihat oleh sesama pemakai Twitter. Untuk dapat melihat status orang atau pihak lain, seseorang harus mencari dulu pemakai Twitter.
  4. Twitter juga menyediakan komunikasi langsung ke sesama pengguna Twitter, sehingga tidak terbaca pengguna lainnya.
  5. Status Twitter dapat dihubungkan dengan aplikasi lain seperti Facebook, sehingga jaringan lebih luas lagi.
  6. Mudah untuk mengupdate dan lebih banyak kesempatan untiuk mandapatkan jaringan yg lebih luas.
  7. Siapa pun menjadi Follower orang lain kecuali diblokir.
  8. Pure alat komunikasi, cepat tanggap
  9. Anda tidak perlu harus log in untuk mendapatkan update; Anda bisa menggunakan aplikasi pembaca RSS.
  10. Sangat interaktif, extensible messaging platform dengan API terbuka, banyak aplikasi lain yang sedang dikembangkan (Twitterific, Summize, Twhirl, dll)
  11. Potensi menggunakan media ini untuk periklanan di masa mendatang .
  12. Twitter mungkin lebih terukur dari Facebook, memberikan keuntungan biaya.

Beberapa kelemahan atau kekurangan Twitter:

  1. 21% dari account Twitter ternyata kosong. Ini merupakan persentase dari account Twitter yang belum pernah diposting satu Tweet. Mereka mungkin juga bisa terdaftar untuk terus menggunakan username terakhirnya, atau hanya account percobaan yang dibuat tetapi tidak pernah digunakan.
  2. Hampir 94% dari seluruh account Twitter hanya memiliki kurang dari 100 follower. Dalam mencari kemungkinan konsisten dengan tool bercorak baru serta fakta bahwa banyak orang mungkin saat ini dapat memiliki account untuk mulai mencoba dengan alat, Sysomos telah menemukan mayoritas pengguna Twitter memiliki followership sangat rendah.
  3. 150 follower merupakan angka ajaib. Terutama dalam menarik poin data dari survei, Sysomos menemukan bahwa pengguna Twitter cenderung “follow back” semua pengikut mereka sampai sekitar 150 koneksi. Maka pertukaran jatuh secara dramatis, yang seolah-olah menunjukkan bahwa jumlah ini mungkin merupakan titik penyeberangan di mana orang beralih dari penggunaan Twitter untuk lebih pribadi untuk menggunakan lebih pada pemikiran “lifecasting” dan tindakan menuju komunitas orang-orang yang mereka rasa memiliki berbagai tingkat untuk koneksi.
  4. Separuh dari semua pengguna Twitter “tidak aktif.” Jika Kita mengambil gambaran umum menjadi “aktif” di Twitter berarti bahwa Kita telah mengirim Tweet di beberapa titik dalam 7 hari terakhir (1 bulan), maka survei dapat mengetahui bahwa 50,4% dari seluruh pengguna Twitter sesuai dengan kategori ini. Jika ita keluarkan 21% dari point pertama, berarti ini sekitar 30% dari pengguna yang telah memiliki account dan telah melakukan tweet sebelumnya, tetapi yang akan terjadi justru sekarang tidak aktif.
  5. Batasan karakter posting box sebanyak 140 karakter merupakan salah satu kekurangan twitter. jika ternyata postingan blog yang akan di-twitter-kan memiliki jumlah karakter judul dan permalink yang melebihi 140 terpaksa harus menggunakan fasilitas url shortener gratisan yang banyak disediakan web untuk memperpendek jumlah karakter permalink.
  6. Terbatas fungsionalitas misalnya dalam menemukan orang-orang, mengirim pesan singkat.
  7. Terlalu menekanan pada penghitungan pengikut.
  8. Mudah disalahgunakan untuk spam dan meningkatkan tingkat kebisingan jaringan.

C. PERBANDINGAN ANTARA YM ATAU G-TALK

Yahoo Massanger dengan G-talk lebih mudah penggunaan G-talk karena G-talk tidak perlu lagi untuk mencari nama pengguna dari subjek yang dituju. Hanya ketika kita mngirimkan e-mail melalui Gmail dengan otomatis subjek yang kita kirim e-mail adalah teman kita dalam G-talk, sedangkan YM harus mencari nama dahulu subjek yang akan menjadi teman kita di YM.

G-talk merupakan satu kesatuan dengan Gmail dan G(+) sehingga lebih mudah untuk dipergunakan bersama-sama. YM tidak bisa dibuka secara bersamaan karena akan menimbulkan kepenuhan quota, jadi harus ditutup dulu penggunaan YM ketika ada e-mail yang masuk. Secara tampilan warna kedua-duanya memadai dan menarik.

 

 

 

hubungan privasi, teritorialitas dan ruang personal Mei 16, 2011

Filed under: Uncategorized — melly fitria @ 4:16 am

A. Privasi
Privasi merupakan tingkatan interaksi atau keterbukaan yang dikehendaki seseorang pada suatu kondisi atau suatu situasi tertentu. Tingkatan privasi yang diinginkan itu menyangkut keterbukaan atau ketertutupan yaitu adanya keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain, atau justru ingin menghindar atau berusaha supaya sukar dicapai oleh orang lain (Dibyo Hartono, 1986).
Dalam hubungannya dengan orang lain, manusia memiliki referensi tingkat privasi yang diinginkannya. Ada saat-saat dimana seseorang ingin berinteraksi dengan orang lain (privasi rendah) dan ada saat-saat dimana ia menyendiri dan terpisah dari orang lain (privasi tinggi). Untuk mencapai itu, ia akan mengontrol dan mengatur melalui suatu mekanisme perilaku, yang digambarkan oleh Altman yaitu :
• Perilaku verbal
Perilaku ini dilakukan dengan cara mengatakan kepada orang lain secara verbal sejauh mana orang lain boleh berhubungan dengannya.
• Perilaku non verbal
Perilaku ini dilakukan dengan menunjukkan ekspresi wajah atau gerakan tubuh tertentu sebagai tanda senang atau tidak senang.
• Mekanisme kultural
Budaya mempunyai bermacam-macam adat istiadat, aturan atau norma, yang menggambarkan keterbukaan atau ketertutupan kepada orang lain dan hal ini sudah diketahui oleh banyak orang pada budaya tertentu (Altman, 1975 ; Altman & Chemers dalam Dibyo Hartono, 1986).
• Ruang personal
Ruang personal adalah salah satu mekanisme perilaku untuk mencapai tingkat privasi tertentu.
• Teritorialitas
Pembentukan kawasan territorial adalah mekanisme perilaku lain untuk mencapai privasi tertentu. Kalau mekanisme ruang personal tidak memperlihatkan dengan jelas kawasan yang menjadi pembatas antar dirinya dengan orang lain maka pada teritorialitas batas-batas tersebut nyata dengan tempat yang relative tetap.
Faktor-faktor yang mempengaruhi privasi terbagi menjadi tiga, yaitu :
• Faktor personal
Marshall (dalam Gifford, 1987) mengatakan bahwa perbedaan dalam latar belakang pribadi akan berhubungan dengan kebutuhan akan privasi. Dalam penelitiannya, ditemukan bahwa anak-anak yang tumbuh dalam suasana rumah yang sesak akan lebih memilih keadaan yang anonim dan reserve saat ia dewasa. Sedangkan orang menghabiskan sebagian besar waktunya di kota akan lebih memilih keadaan yang anonim dan intimacy.
• Faktor situasional
Penelitian Marshall (dalam Gifford, 1987) tentang privasi dalam rumah tinggal, menemukan bahwa tinggi rendahnya privasi di dalam rumah antara lain disebabkan oleh setting rumah. Setting rumah disini sangat berhubungan dengan seberapa sering para penghuni berhubungan dengan orang, jarak antar rumah dan banyaknya tetangga sekitar rumah. Seseorang yang mempunyai rumah yang jauh dari tetangga dan tidak dapat melihat banyak rumah lain disekitarnya dari jendela dikatakan memiliki kepuasan privasi yang lebih besar.
• Faktor budaya
Penemuan dari beberapa peneliti tentang privasi dalam berbagai budaya memandang bahwa pada tiap-tiap budaya tidak ditemukan adanya perbedaan dalam banyaknya privasi yang diinginkan, tetapi sangat berbeda dalam cara bagaimana mereka mendapatkan privasi (Gifford, 1987).
Altman (1975) menjelaskan bahwa fungsi psikologis dari perilaku yang penting adalah untuk mengatur interaksi antara seseorang atau kelompok dengan lingkungan sosial. Bila seseorang mendapatkan privasi yang diinginkannya maka ia akan dapat mengatur kapan harus berhubungan dengan orang lain dan kapan harus sendiri.
Selain itu, privasi juga berfungsi mengembangkan identitas pribadi yaitu mengenal dan menilai diri sendiri (Altman, 1975; Sarwono, 1992; Holahan, 1982). Proses mengenal dan menilai diri ini tergantung pada kemampuan untuk mengatur sifat dan gaya interaksi sosial dengan orang lain. Bila kita tidak dapat mengontrol interaksi dengan orang lain, kia akan memberikan informasi yang negatif tentang kompetensi pribadi kita (Holahan, 1982) atau akan terjadi proses ketelanjangan sosial dan proses deindividuasi (Sarwono, 1992).

B. Teritorialitas
Holahan (dalam Iskandar, 1990) mengungkapkan bahwa teritorialitas adalah suatu tingkah laku yang diasosiasikan pemilikan atau tempat yang ditempatinya atau area yang sering disebut melibatkan ciri kepemilikannya dan pertahanan dari serangan orang lain. Dengan demikian, menurut Altman (1975) penghuni tempat tersebut dapat mengontrol daerahnya atau unitnya dengan benar atau merupakan suatu teritorial primer.
Altman (1975) membagi teritorialitas menjadi tiga bagian, yaitu:
• Teritorial primer
Jenis teritori ini dimiliki serta dipergunakan secara khusus bagi pemiliknya. Pelanggaran terhadap teritori utama ini akan mengakibatkan timbulnya perlawanan dari pemiliknya dan ketidakmampuan untuk mempertahankan teritori utama ini akan mengakibatkan masalah yang serius terhadap aspek psikologis pemiliknya, yaitu dalam hal harga diri dan identitasnya.
• Teritorial sekunder
Jenis teritori ini lebih longgar pemakaiannya dan pengontrolan oleh perorangan. Teritori ini dapat digunakan oleh orang lain yang masih di dalam kelompok ataupun orang yang mempunyai kepentingan kepada kelompok itu.
• Teritorial umum
Teritori umum dapat digunakan oleh setiap orang dengan mengikuti aturan-aturan yang lazim di dalam masyarakat dimana teritorial umum itu berada.
Privasi suatu lingkungan dapat dicapai melalui pengontrolan teritorial, karena di dalamnya tercakup pemenuhan kebutuhan dasar manusia yang meliputi :
1. Kebutuhan akan identitas, berkaitan dengan kebutuhan akan kepemilikan, kebutuhan terhadap aktualisasi diri, yang pada prinsipnya adalah dapat menggambarkan kedudukan serta peran seseorang dalam masyarakat
2. Kebutuhan terhadap stimulasi yang berkaitan erat dengan aktualisasi dan pemenuhan diri
3. Kebutuhan akan rasa aman, dalam bentuk bebas dari kecaman, bebas dari serangan oleh pihak luar dan memilliki keyakinan diri
4. Kebutuhan yang berkaitan dengan pemeliharaan hubungan dengan pihak-pihak lain dan lingkungan sekitarnya (Lang dan Sharkway dalam Lang, 1987)
Perilaku teritorialitas manusia dalam hubungannya dengan lingkungan binaan dapat dikenal antara lain pada penggunaan elemen-elemen fisik untuk menandai demarkasi teritori yang dimiliki seseorang, misalnya pagar halaman. Teritorialitas ini terbagi sesuai dengan sifatnya yaitu mulai dari yang privat sampai dengan publik. Ketidakjelasan pemilikan teritorial akan menimbulkan gangguan terhadap perilaku.

C. Ruang Personal
Masalah mengenai ruang personal ini berhubungan dengan batas-batas di sekeliling seseorang. Menurut Sommer (dalam Altman, 1975) ruang personal adalah daerah sekeliling seseorang dengan batas-batas yang tidak jelas dimana seseorang tidak boleh memasukinya. Goffman (dalam Altman, 1975) menggambarkan ruang personal sebagai jarak/daerah di sekitar individu dimana dengan memasuki daerah orang lain, menyebabkan orang lain tersebut merasa batasnya dilanggar, merasa tidak senang dan kadang-kadang menarik diri.
Menurut Edward T. Hall, seorang antropolog, bahwa dalam interaksi sosial terdapat empat zona spasial yaitu jarak intim, jarak personal, jarak sosial dan jarak publik (proksemik/cara seseorang menggunakan ruang dalam berkomunikasi). Jarak intim atau kedekatan dengan jarak 0-18 inci. Hall menyatakan bahwa “daerah keakraban” kaya akan syarat-syarat yang potensial untuk berkomunikasi yang juga menyajikan banyak hal tentang seseorang. Jarak personal (pribadi) memiliki jarak 1,5-14 kaki. Zona jarak pribadi adalah transisi antara kontak intim dengan tingkah laku umum yang agak formal.jarak sosial mempunyai jarak 4-25 kaki dan memungkinkan terjadinya kontak sosial yang umum serta hubungan bisnis. Dalam penelitian di suatu kantor terbukti bahwa pada susunan bangku-bangku dan perabotan milik kantor sering disusun secara tak sengaja berdasarkan pada zona jarak sosial. Zona yang terakhir yaitu zona publikj dengan jarak 12-25 kaki. Jarak ini secara khusus disediakan untuk situasi-situasi formal atau pembicaraan umum atau orang-orang yang berstatus lebih tinggi, misalnya dalam kelas.
Studi menunjukkan bahwa perbedaan individu dan situasi selain menentukan jarak personal juga mempengaruhi orientasi tubuh seseorang terhadap orang lain. Salah satunya adalah variabel jenis kelamin, misalnya laki-laki lebih menyukai posisi berhadapan dengan orang yang disukainya. Sementara perempuan lebih memilih posisi bersebelahan.

Dapat disimpulkan bahwa privasi, teritorialitas dan ruang personal dapat membentuk atau mempengaruhi suatu tingkahlaku dan kepribadian manusia. Hal tersebut semakin terlihat jelas ketika manusia tersebut bertemu dengan manusia lainnya. Bagaimana seseorang membawakan diri ketika ia berada di sekitar orang lain dan lingkungannya

Sumber Referensi :
Hubungan Privasi, Teritorialitas, Ruang Personal. http://www.repository.upi.edu
Prabowo, Hendro. 1998. Arsitektur, Psikologi dan Masyarakat. Depok : Universitas Gunadarma.

 

Definisi Stres, Keterkaitan Antara Stres Dengan Lingkungan Dan Pengaruh Stres Terhadap Perilaku Individu Dalam Lingkungan Mei 14, 2011

Filed under: Uncategorized — melly fitria @ 3:41 pm

STRES

A. Definisi Stres

Istilah stres ditemukan oleh Hans Selye (dalam Sehnert, 1981) yang mendefinisikan stres sebagai respon yang tidak spesifik dari tubuh pada tiap tuntutan yang dikenakan padanya. Dengan kata lain istilah stres dapat digunaan untuk menunjukkan suatu perubahan fisik yang luas yang disulut oleh berbagai faktor psikoogis atau faktor fisik atau kombinasi kedua faktor tersebut.

Menurut Lazarus (1976) stres adalah suatu keadaan psikologis individu yang disebabkan kerena individu dihadapkan pada situasi internal dan eksternal. Sedangkan menurut Korchin (1976) keadaan stres muncul apabila tuntutan-tuntutan yang luar biasa atau terlalu banyak mengancam kesejahteraan atau integritas seseorang. Stres tidak hanya kondisi yang menekan seseorang ataupun keadaan fisik atau psikologis seseorang maupun reaksinya terhadap tekanan tadi, akan tetapi stres adalah keterkaitan antara ketiganya (Prawitasari, 1989). Karena banyaknya definisi mengenai stres, maka Sarafino (1994) mencoba mengkonseptualisasikan ke dalam tiga pendekatan, yaitu :

1. Stimulus

Keadaan atau situasi dan peristiwa yang dirasakan mengancam atau membahayakan yang menghasilkan perasaan tegang disebut sebagai stressor. Beberapa ahli yang menganut pendekatan ini mengkategorikan stresor menjadi tiga :

a.  Peristiwa katastropik, misalnya angin tornado atau gempa bumi.

b. Peristiwa hidup yang penting, misalnya kehilangan pekerjaan atau orang yang dicintai.

c.  Keadaan kronis, misalnya hidup dalam kondisi sesak atau bising.

2. Respon

Respon adalah reaksi sesorang terhadap stresor. Untuk itu dapat diketahui dari dua komponen yang saling berhubungan, yaitu komponen psikologis dan komponen fisiologis.

a.  Komponen psikologis, seperti perilaku, pola pikir dan emosi

b.  Komponen fisiologis, seperti detak jantung, mulut yang mongering (sariawan), keringat dan sakit perut.

Kedua respon tersebut disebut dengan strain atau ketegangan.

3.  Proses

Stres sebagai suatu proses terdiri dari stesor dan strain ditambah dengan satu dimensi penting yaitu hubungan antara manusia  dengan lingkungan. Proses ini melibatkan interaksi dan penyesuaian diri yang kontinyu, yang disebut juga dengan istilah transaksi antar manusia dengan lingkungan, yang didalamnya termasuk perasaan yang dialami dan bagaimana orang lain merasakannya.

B. Jenis Stres.

Holahan (1981) menyebutkan jenis stres yang dibedakan menjadi dua bagian, yaitu systemic stress dan psychological stress.

1)    Systemic Stress

Systemic stress didefinisikan oleh Selye (dalam Holahan, 1981) sebagai respon non spesifik dari tubuh terhadap beberapa tuntutan lingkungan. Ia menyebut kondisi-kondisi pada lingkungan yang menghasilkan stres, misalnya racun kimia atau temperatur ekstrim, sebagai stressor.

Selye mengidentifikasikan tiga tahap dalam resspon sistemik tubuh terhadap kondisi-kondisi penuh stress, yang diistilahkan General Adaptation Syndrome (GAS).

Tahap pertama adalah alarm reaction dari system syaraf otonom, termasuk didalamnya peningkatan sekresi adrenalin, detak jantung, tekanan darah dan otot menegang. Tahap ini bsa diartikan sebagai pertahanan tubuh.

Selanjutnya tahap ini diikuti oleh tahap resistance atau adaptasi, yang didalam nya termasuk berbagai macam respon coping secara fisik.

Tahap ketiga, exhaustion atau kelelahan, akan terjadi apabila stressor datang secara intens dan dalam jangka waktu yang cukup lama, jika usaha-usaha perlawanan gagal untuk menyelesaikan secara adekuat.

2)    Psychological Stress

Psychological stress terjadi ketiksa individu menjumpai kondisi lingkungan yang penuh stress sebagai ancaman yang secara kuat menantang atau melampaui kemampuan copingnya (Lazarus dalam Holahan, 1981). Sebuah situasi dapat terlihat sebagai suatu ancaman dan berbahaya secara potensial apabila melibatkan hal yang memalukan, kehilangan harga diri, kehilangan pendapatan dan seterusnya (dalam Heimstra & McFarling, 1978).

Hasil penelitian dari Levy dkk. (1984) ditemukan bahwa stress dapat timbul dari kondisi-kondisi yang bermacam-macam, seperti ditempat kerja, di lingkungan fisik dan kondisi sosial. Stress yang timbul dari kondisi sosial bisa dari lingkungan rumah, sekolah atau tempat kerja.

C. Sumber Stres (Stressor).

Lazarus dan Cohen (dalam Evans, 1982) mengemukakan bahwa terdapat tiga kelompok sumber stress, yaitu :

1. Fenomena catalismic, yaitu hal-hal atau kejadian-kejadian yang tiba-tiba, khas, dan kejadian yang menyangkut banyak orang seperti bencana alam, perang, banjir, dan sebagainya.

2. Kejadian-kejadian yang memerlukan penyesuaian atau coping seperti pada fenomena catalismic meskipun berhubungan dengan orang yang lebih sedikit seperti respon seseorang terhadap penyakit atau kematian.

3. Daily hassles, yaitu masalah yang sering dijumpai di dalam kehidupan sehari-hari yang menyangkut ketidakpuasan kerja atau masalah-masalah lingkungan seperti kesesakan atau kebisingan karena polusi.

 

KETERKAITAN ANTARA STRES DENGAN LINGKUNGAN. (STRESS LINGKUNGAN)

Dalam mengulas dampak lingkungan binaan terutama bangunan terhadap stres psikologis, Zimring (dalam Prawitasari, 1989) mengajukan dua pengandaian. Yang pertama, stress dihasilkan oleh proses dinamik ketika orang berusaha memperoleh kesesuaian antara kebutuhan-kebutuhan dan tujuan dengan apa yang disajikan oleh lingkungan. Proses ini dinamik karena kebutuhan-kebutuhan individual sangat bervariasi sepanjang waktu dan berbagai macam untuk masing-masing individu. Cara penyesuaian atau pengatasan masing-masing individu terhadap lingkungannya juga berbagai macam.

Pengandaian kedua adalah bahwa variable transmisi harus diperhitungkan bila mengkaji stress psikologis yang disebabkan oleh lingkungan binaan. Misalnya perkantoran, status, anggapan tentang kontrol, pengaturan ruangan dan kualitas lain dapat menjadi variable transmisi yang berpengaruh pada pandangan individu terhadap situasi yang dapat dipakai untuk menentukan apakah situasi tersebut menimbulkan stress atau tidak.

Bangunan yang tidak memperhatikan kebutuhan fisik, psikologis dan sosial akan merupakan sumber stress bagi penghuninya. Apabila perumahan tidak memperhatikan kenyamanan penghuni, misalnya pengaturan udara yang tidak memadai, maka penghuni tidak dapat beristirahat dan tidur dengan nyaman. Akibatnya penghuni sering kali lelah dan tidak dapat bekerja secara efektif dan ini akan mempengaruhi kesejahteraan fisik maupun mentalnya. Demikian pula apabila perumahan tidak memperhatikan kebutuhan rasa aman warga, maka hal ini akan berpengaruh negatif pula. Penghuni selalu waspada dan akan mengalami kelelahan fisik maupun mental. Hubungan antar manusia sangat penting, untuk itu perumahan juga sebaiknya memperhatikan kebutuhan tersebut.

Pembangunan perumahan yang tidak menyediakan tempat umum dimana para warga dapat berinteraksi satu sama lain akan membuat mereka sulit berhubungan satu sama lain. Atau perumahan yang tidak memperhatikan ruang pribadi masing-masing anggotanya akan dapat merupakan sumber stress bagi penghuninya (Zimring dalam Prawitasari, 1989).

Fontana (1989) menyebutkan bahwa stress lingkungan berasal dari sumber yang berbeda-beda seperti tetangga yang rebut, jalan menuju bangunan tempat kerja yang mengancam nilai atau kenikmatan salah satu milik/kekayaan, dan kecemasan financial atas ketidakmampuan membayar pengeluaran-pengeluaran rumah tangga.

Kepadatan tinggi merupakan stressor lingkungan yang dapat menimbulkan kesesakan bagi individu yang berada di dalamnya (Holahan, 1982). Stressor lingkungan, menurut stokols (dalam Brigham, 1991), merupakan salah satu aspek lingkungan yang dapat menyebabkan stress, penyakit atau akibat-akibat negatif pada perilaku masyarakat

PENGARUH STRES TERHADAP PERILAKU INDIVIDU DALAM LINGKUNGAN

Stres bisa mempengaruhi perilaku individu dalam lingkungan. Stokols (dalam Brigham, 1991) menyatakan bahwa apabila kepadatan tidak dapat diatasi, maka akan menyebabkan stress pada individu. Stress yang dialami individu dapat memberikan dampak yang berbeda tergantung pada kemampuan individu dalam menghadapi stress. Individu yang mengalami stress umumnya tidak mampu melakukan interaksi sosial dengan baik, sehingga dapat menurunkan perilaku untuk membantu orang lain (intensi prososial).

Penelitian-penelitian tentang hubungan kepadatan dan perilaku prososial di daerah perkotaan dan pedesaan telah banyak dilakukan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Milgram (1970) ditemukan bahwa orang yang tinggal di kota sedikit dalam memberikan bantuan dan informasi bagi orang yang tidak dikenal dari pada orang yang tinggal di daerah pedesaan. Begitu pula dalam mengizinkan untuk menggunakan telepon bagi orang lain yang memerlukan (Fisher, 1984).

Adapun proses tersebut dapat menunjukkan bahwa kepadatan mempunyai hubungan terhadap perilaku prososial seseorang. Hal ini dapat dijelakan oleh teori stimulus overload dari Milgram (dalam Wrightsman & Deaux, 1984). Dalam teori ini menjelaskan bahwa kondisi kota yang padat yang dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor seperti perbedaan individu, situasi dan kondisi sosial kota mengakibatkan individu mengalami stimulus overload (stimulus yang berlebihan), sehingga individu harus melakukan adaptasi dengan cara memilih stimulus-stimulus yang akan diterima, memberi sedikit perhatian terhadap stimulus yang masuk. Hal ini dilakukan dengan menarik diri atau mengurangi kontak dengan orang lain, yang akhirnya dapat mempengaruhi perilaku menolong pada individu.

Adapun contoh lain perilaku individu yang mengalami stres, yaitu :

  • Individu menjadi lebih sensitif dan mudah marah
  • Individu tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas dan lebih sering terlihat diam dan murung.
  • Individu lebih suka menyendiri
  • Individu menarik diri dari lingkungan
  • Individu sering menunda ataupun menghindari pekerjaan/tugas
  • Individu mengkonsumsi narkoba atau minuman keras.

Sumber

Prabowo, Hendro. 1998. Arsitektur, Psikologi dan Masyarakat. Depok : Universitas Gunadarma.

 

KESESAKAN DAN KEPADATAN Maret 28, 2011

Filed under: Uncategorized — melly fitria @ 6:36 pm

A. Pengertian Kesesakan

Beberapa definisi kesesakan menurut beberapa ahli :

¨      Menurut Altman (1975), kesesakan adalah suatu proses interpersonal pada suatu tingkatan interaksi manusia satu dengan lainnya dalam suatu pasangan atau kelompok kecil. Perbedaan pengertian antara crowding (kesesakan) dengan density (kepadatan) tidaklah jelas benar, bahkan kadang – kadang keduanya memiliki pengertian yang sama dalam merefleksikan pemikian secara fisik dari sejumlah manusia dalam suatu ksatuan ruang.

¨      Stokols (dalam Altman, 1975) membedakan antara kesesakan bukan sosial (nonsocial crowding), yaitu dimana factor – factor fisik menghasilkan perasaan terhadap ruang yang tidak sebanding, seperti sebuah ruang yang sempit, dan kesesakan sosial (social crowding) yaitu perasaan sesak mula-mula datang dari kehadiran orang lain yang terlalu banyak. Stokols juga menambahkan perbedaan antara kesesakan molekuler (molecular crowding), yaitu perasaan sesak yang menganalisa mengenai individu, kelompok kecil dan kejadian-kejadian interpersonal dan kesesakan molar (molar crowding), yaitu perasaan sesak yang dapat dihubungkan dengan skala luas, populasi penduduk kota.

¨      Morris (dalam Iskandar, 1990) memberi pengertian kesesakan sebagai defisit suatu ruangan. Hal ini berarti bahwa dengan adanya sejumlah orang dalam suatu hunian rumah, maka ukuran per meter persegi setiap orangnya menjadi kecil, sehingga dirasakan adanya kekurangan ruang. Dalam suatu unit hunian, kepadatan ruang harus diperhitungkan dengan mebel dan peralatan yang diperlukan untuk suatu aktivitas. Oleh karenanya untuk setiap ruang akan memerlukan suatu ukuran standar ruang yang berbeda, karena fungsi dari ruang itu berbeda.

¨      Rapoport (dalam Stokols dan Altman, 1987) mengatakan, kesesakan adalah suatu evaluasi subjektif dimana besarnya ruang dirasa tidak mencukupi, sebagai kelanjutan dari persepsi langsung terhadap ruang yang tersedia.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah pada dasarnya batasan kesesakan melibatkan persepsi seseorang terhadap keadaan ruang yang dikaitkan dengan kehadiran sejumlah manusia, dimana ruang yang tersedia dirasa terbatas atau jumlah manusianya yang dirasa terbatas atau jumlah manusianya yang dirasa terlalu banyak.

B. Teori Kesesakan

Untuk menerangkan terjadinya kesesakan dapat digunakan tiga model teori, yaitu : Beban Stimulus, Kendala Perilaku, dan Teori Ekologi (Bell dkk, 1978; Holahan, 1982).

1. Model Beban Stimulus, yaitu : kesesakan akan terjadi pada individu yang dikenai terlalu  banyak stimulus, sehingga individu tersebut tak mampu lagi memprosesnya.
2. Model Kendala Prilaku, yaitu : menerangkan kesesakan terjadi karena adanya kepadatan sedemikian rupa, sehingga individu merasa terhambat untuk melakukan sesuatu. Hambatan ini mengakibatkan individu tidak dapat mencapai tujuan yang diinginkannya. Terhadap kondisi tersebut, individu akan melakukan psychological reactance, yaitu suatu bentuk perlawanan terhadap kondisi yang mengancam kebebasan untuk memiliih.
3. Model Teori Ekologi, yaitu : membahas kesesakan dari sudut proses sosial.
Penjelasan lebih lanjut tentang teori-teori diatas adalah sebagai berikut :

1. Teori Beban Stimulus
Pendapat teori ini mendasarkan diri pada pandangan bahwa kesesakan akan terbentuk bila stimulus yang diterima individu melebihi kapasitas kognitifnya sehingga timbul kegagalan memproses stimulus atau informasi dari lingkungan. Schmidt dan Keating (1979) mengatakan bahwa stimulus disini dapat berasal dari kehadiran banyak orang beserta aspek-aspek interaksinya, maupun kondisi-kondisi fisik dari lingkungan sekitar yang menyebabkan bertambahnya kepadatan sosial.

Berlebihnya informasi dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti:
(a) Kondisi lingkungan fisik yang tidak menyenangkan.
(b) Jarak antar individu (dalam arti fisik) yang terlalu dekat.
(c) Suatu percakapan yang tidak dikehendaki.
(d) Terlalu banyak mitra interaksi.
(e) Interaksi yang terjadi dirasa lalu dalam atau terlalu lama.

2. Teori Ekologi
Menurut Micklin (dalm Holahan, 1982) mengemukakan sifat-sifat umum model ekologi pada manusia. Pertama, teori ekologi perilaku memfokuskan pada hubungan timbal balik antara orang dengan lingkungannya. Kedua, unit analisisnya adalah kelompok sosial dan bukan individu, dan organisasi sosial memegang peranan sangat penting. Ketiga, menekankan pada distribusi dan penggunaan sumber-sumber material dan sosial.
Wicker (1976) mengemukakan teorinya tentang manning. Teori ini berdiri atas pandangan bahwa kesesakan tidak dapat dipisahkan dari faktor seting dimana dimana hal itu terjadi, misalnya pertunjukan kethoprak atau pesta ulang tahun.
Analisi terhadap seting meliputi :
1. Maintenance minim, yaitu jumlah minimum manusia yang mendukung suatu seting agar suatu aktivitas dapat berlangsung. Agar pembicaraan menjadi lebih jelas, akan digunakan kasus pada sebuah rumah sebagai contoh suatu seting. Dalam hal ini, yang dinamakan maintenance setting adalah jumlah penghuni penghuni rumah minimum agar suatu ruang tidur ukuran 4 x 3 m bisa dipakai oleh anak-anak supaya tidak terlalu sesak dan tidak terlalu longgar.
2. Capacity, adalah jumlah maksimum penghuni yang dapat ditampung oleh seting tersebut (jumlah orang maksimum yang dapat duduk di ruang tamu bila sedang dilaksanakan hajatan)
3. Applicant, adalah jumlah penghuni yang mengambil bagian dalam suatu seting. Applicant dalam seting rumah dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
• Performer, yaitu jumlah orang yang memegang peran utama, dalam hal ini suami dan isteri.
• Non-performer, yaitu jumlah orang yang terlibat dalam peran-peran sekunder, dalam hal ini anak-anak atau orang lain dalam keluarga.
Besarnya maintenance minim antara performer dan non-performer tidak terlalu sama. Dalam seting tertentu, jumlah performer lebih sedikit daripada jumlah non-performer, dalam seting lain mungkin sebaliknya.

3. Teori Kendala Perilaku
Menurut teori ini, suatu situasi akan dianggap sesak apabila kepadatan atau kondisi lain yang berhubungan dengannya membatasi aktivitas individu dalam suatu tempat.
Menurut Altman kondisi kesesakan yang ekstrim akan timbul bila faktor-faktor dibawah ini muncul secara simultan:
1. Kondisi-kondisi pencetus, terdiri dari tiga faktor :
(a) Faktor-faktor situsional, seperti kepadatan ruang yang tinggi dalam jangka waktu yang lama, dengan sumber-sumber pilihan perilaku yang terbatas.
(b) Faktor-faktor personal, seperti kurangnya kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain dalam situasi yang padat dan rendahnya keinginan berinteraksi dengan orang lain yang didasarkan pada latar belakang pribadi, suasana hati, dan sebagainya.
(c) Kondisi interpersonal, sepwerti gangguan sosial, ketidak mampuan memperoleh sumber-sumber kebutuhan, dan gangguan lainnya.
2. Serangkaian faktor-faktor organismik dan psikologis seperti stress, kekacauan pikiran, dan persaan kurang enak badan.
3. Respon-respon pengatasan, yang meliputi beberapa perilaku verbal dan non verbal yang tidak efektif dalam mengurangi stress atau dalam mencapai interaksi yang diinginkan dalam jangka waktu yang panjang atau lama.

C. Faktor Pengaruh Kesesakan

Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi kesesakan yaitu: personal, sosial, dan fisik, yang akan dibahas satu persatu.

* Faktor Personal. Faktor personal terdiri dari :
a) Kontrol pribadi dan locus of control
b) Budaya, pengalaman, dan  proses adaptasi

* Faktor Sosial. Faktor sosial yang berpengaruh adalah:
a) Kehadiran dan perilaku orang lain
b) Formasi koalisi
c) Kualitas hubungan
d) Informasi yang tersedia

* Faktor Fisik. Altman (1975), Bell dkk (1978), Gove dah Hughes(1983) mengemukakan adanya faktor situasional sekitar rumah sebagai faktor yang juga mempengaharui kesesakkan. Stessor yang menyertai faktor situasional tersebut seperti suara gaduh, panas, polusi, sifat lingkungan, tipe suasana, dan karakteristik seting. Faktor situasional tersebut antara lain :
(a) Besarnya skala lingkungan.
(b) Variasi arsitektural.

D. Pengaruh Kesesakan Terhadap Perilaku

 

¨      Aktivitas seseorang akan terganggu oleh aktivitas orang lain

¨      Interaksi interpersonal yang tidak diinginkan akan mengganggu individu dalam mencapai tujuan personalnya

¨      Gangguan terhadap norma tempat dapat meningkatkan gejolak dan ketidaknyamanan (Epstein, 1982) serta disorganisasi keluarga, agresi, penarikan diri secara psikologi (psychological withdrawal)

¨        Menurunnya kualitas hidup (Freedman, 1973).
– Penurunan – penurunan psikologis, fisiologis, dan hubungan sosial individu. Pengaruh psikologis yang ditimbulkan oleh kesesakan antara lain adalah perasaan kurang nyaman, stres, kecemasan, suasana hati yang kurang baik, prestasi kerja dan prestasi belajar menurun, agresivitas meningkat, dan bahkan juga gangguan mental yang serius.
– Malfungsi fisiologis seperti meningkatnya tekanan darah dan detak jantung, gejala – gejala psikosomatik, dan penyakit – penyakit fisik yang serius (Worchel dan Cooper, 1983).
– Kenakalan remaja, menurunnya sikap gotong-royong dan saling membantu, penarikan diri dari lingkungan sosial, berkembangnya sikap acuh tak acuh, dan semakin berkurangnya intensitas hubungan sosial (Holahan, 1982)
– Fisher dan Byrne (dalam Watson dkk., 1984) menemukan bahwa kesesakan dapat mengakibatkan menurunnya kemampuan menyelesaikan tugas yang kompleks, menurunkan perilaku sosial, ketidaknyamanan dan berpengaruh negatif terhadap kesehatan dan menaikkan gejolak fisik seperti naiknya tekanan darah (Evans, 1979).

Dari sekian banyak akibat negatif kesesakan pada perilaku manusia, Brigham (1991) mencoba menerangkan dan menjelaskannya menjadi :
(1) pelanggaran terhadap ruang pribadi dan atribusi seseorang yang menekan perasaan yang disebabkan oleh kehadiran orang lain;
(2) keterbatasan perilaku, pelanggaran privasi dan terganggunya kebebasan memilih;
(3) kontrol pribadi yang kurang
(4) stimulus yang berlebihan.

Freedman (1975) memandang kesesakan sebagai suatu keadaan yang dapat bersifat positif maupun negatif tergantung dari situasinya. Jadi kesesakan dapat dirasakan sebagai suatu pengalaman yang kadang-kadang menyenangkan dan kadang-kadang tidak menyenangkan.
Walaupun pada umumnya kesesakan berakibat negatif pada perilaku seseorang, tetapi menurut Altman (1975) dan Watson dkk. (1984), kesesakan kadang memberikan kepuasan dari kesenangan. Hal ini tergantung pada tingkat privasi yang diinginkan, waktu dan situasi tertentu, serta setting kejadian. Situasi yang memberikan kepuasan dan kesenangan bisa kita temukan, misalnya pada waktu melihat pertunjukan musik, pertandingan olahraga atau menghadiri reuni atau resepsi.

 

DAFTAR PUSTAKA

Hasnida, S.Psi. (2002). http://library.usu.ac.id/download/fk/psikologi-hasnida2.pdf. Diakses tanggal 05 Maret 2011.

Jfkoernia. (2011). jfkoernia.wordpress.com/2011/02/20/tatkala-dalam-kesesakan/. Diakses tanggal 05 Maret 2011.

Wikipedia ,. (2011). http://id.wikipedia.org/wiki/Kesesakan. Diakses tanggal 05 Maret 2011.