Thefubbys’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Seberapa Sadarkah Pikiran Kita?? November 25, 2009

Filed under: Uncategorized — melly fitria @ 1:01 am

Pada saat kita berpikir mengenai proses berpikir, biasanya kita akan sadar melakukan sejumlah aktivitas mental dalam pikiran kita yang dijalankan dengan hati-hati, seperti memecahkan suatu masalah, membuat rencana , atau mengambil sebuah keputusan. Namun, tidak semua proses mental terjadi secara sadar.

Proses Berpikir pada Tataran Bawah Sadar (Subconscious)
Beberapa proses kognitif terjadi diluar kesadaran. Namun, apabila dibutuhkan, prose tersebut dapat dengan mudah dipindahkan pada tataran sadar (conscious). Proses bawah sadar memampukan kita menangani informasi atau tugas-tugas yang lebih rumit dibandingkan informasi atau tugas-tugas yang kita tangani melalui proses berpikir pada tataran conscious. Bayangkan aktivitas-aktivitas rutin yang kita lakukan secara otomatis tanpa perlu “berpikir”, meskipun aktivitas-aktivitas tersebut pada awalnya merupakan aktivitas-aktivitas yang memerlukan rencana yang matang: menjahit, mengetik, mengemudi, menguraikan huruf-huruf dalam sebuah surat sehingga kita bisa membaca surat tersebut.
Kemampuan melakukan suatu aktivitas tanpa harus memikirkan prosesnya memungkinkan kita makan siang sambil membaca buku atau menyetir mobil sambil mendengarkan musik. Pada kasus-kasus tersebut, salah satu aktivitas dijalankan secara otomatis, tanpa kontrol eksekutif dari bagian prefrontal cortex pada otak. Pengujian laboratorium membuktikan bahwa malalui latihan, seseorang bahkan mampu melakukan dua kativitas yang sulit secara bersamaan, sepert mebaca sambil mendengarkan dikte, tanpa kehilangan akurasi (Hirst, Neisser & Spelke, 1978).
Namun dalam kehidupan sehari-hari, mengerjakan lebih dari satu aktivitas secara bersamaan (multitasking) merupakan suatu tindakan yang tidak efisien, sekalipun dilakukan pada tugas-tugas yang mudah. Bahkan, sesungguhnya multitasking akan menyebabkan bertambahnya yang kita butuhkan dalam menyelesaikan aktivitas-aktivitas kita, karena kita senantiasa harus “berpindah-pindah” dari satu aktivitas keaktivitas lainnya. Hal tersebut meningkatkan stres, meningkatkan jumlah kesalahan, memperlambat waktu reaksi, dan menyebabkan gangguan pada proses mengingat (Lien, Ruthruff & Johnston 2006; Rubinstein, Meyer, & Evans 2001).
Multitasking juga dapat membahayakan kita. Studi yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat menunjukan bahwa penggunaan telepon genggaman pada saat mengemudi meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan sebesar tiga kali lipat, begitu juga dengan aktivitas lain yang menyebabkan perhatian kita beralih (Klauer dkk, 2001).

Proses Berfikir pada Tataran Luar Sadar (Nonconscious)
Jenis proses berpikir lainnya adalah proses luar sadar terjadi diluar kesadaran manusia (non conscious). Sebagai contah, kita semua tentunya pernah merasakan perasaan unik ketika solusi dari suatu permasalahan secara tiba-tiba muncul dalam pikiran kita, justru ketika menyerah memikirkan solusi tersebut. Dengan adanya insight yang muncul tiba-tiba tersebut, kita dapat memecahkan suatu masalah matematika, merakit lemari, atau menyelesaikan Puzzle tanpa mengetahui bagaimana kita mampu menemukan ide atau solusi tersebut. Serupa dengan hal itu, banyak orang mengatakan bahwa mereka cenderung mengikuti intuisi dari pada proses berpikir sadar dalam membuat penilaian dan mengambil keputusan.
Gagasan dan intuisi melibatkan dua tingkatan proses mental (Bowers, dkk, 1990). Pada tingkatan pertama, petunjuk-petunjuk dari suatu masalah mengaktifkan ingatan atau pengetahuan tertentu, sehingga kita mulai melihat pola atau struktur dari suatu masalah yang kita hadapi, meskipun kita belum dapat menjelaskan pola atau strukutr tersebut. Proses berpikir nonconscious ini membimbing kita menuju sebuah dugaan atau hipotesis. Kemudian, pada tingkatan kedua, proses berpikir terjadi pada tataran conscious dan kita menyadari kemungkinan-kemungkinan solusi yang kita miliki. Pada tingkatan ini kita mungkin merasa seperti mendapat “wahyu” atau pencerahan secara tiba-tiba (“aha, sekarang saya mengerti”), tetapi sebenarnya proses ini sudah didahului oleh proses berpikir nonconscious.
Terkadang kita dapat memecahkan suatu masalah atau mempelajari suatu kemampuan baru tanpa melewati tingkatan kedua sama sekali. Sebagai contoh, beberapa orang menemukan strategi yang tepat untuk memenangkan permainan kartu tanpa pernah mengetahui secara sadar bagaimana mereka dapat melakukan hal tersebut.
Fenomena ini sebagai pembelajaran implist, suatu proses pembelajaran dimana kita mempelajari peraturan atau melakukan prilaku adaptif (dengan atau tanpa sebuah intensi sadar). Namun kita tidak mampu menjelaskan kepada diri kita sendiri dan orang lain bagaimana kita mempelajarinya serta tidak mengetahui apa persisnya yang telah kita pelajari (Frensch & Runger, 2003; Lieberman, 2000). Banyak kemampuan kita, seperti berbicara dalam bahasa ibu sehingga berjalan meniti anak tangga, merupakan hasil pembelajaran implisit.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s