Thefubbys’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Express Rajah dalai Konekes Social Dan Budaya Desember 17, 2009

Filed under: Uncategorized — melly fitria @ 5:31 pm

Terlepas dari fakta bahwa beberapa ekspresi wajah tertentu berlaku secara umum, lingkungan social dan budaya memberikan pengaruh penting terhadap cara orang mengenali ekspresi wajah (Elfenbein dan Ambady, 2002). Meskipun sebagaian besar orang dari beragam budaya maupun mengidentifikasi emosi dasar yang ditunjukan tersebut. Sebagai contoh, pada sebuah penelitian yang dilakukan pada lebih dari 20 budaya barat, 95 % yang mencapai kesepakatan akan wajah yang bahagia, namun hanya 78% yang memberikan penilaian sama pada wajah sedih dan marah. Pada penelitian yang dilakukan oleh kelompok masyarakat non-barat. Sebanyak 88% mampu mengidentifikasi perasaan bahagia, namun hanya 74 % yang mencapai kesepakatan pada perasaan sedih dan 59% yang mencapai kesepakatan pada ekspresi yang menunjukan perasaan marah (Ekman, 1994). Saat orang tidak dipaksa memilih berdasarkan label emosi tertentu yang terdapat pada soal pilihan ganda, ketidak sepakatan akan semakin meningkat.

Jika pengepresian emosi dibentuk oleh evolusi, mengapa orang-orang dari budaya yang berbeda-beda tidak selalu memiliki penilaian yang sama? Inilah penyebabnya:

1. Familiaritas mempengaruhi kemampuan mengenali ekspresi wajah.

Kemampuqan seseorang mengidentifikasi emosi yang diekspresikan orang lain jauh lebih baik apabila orang lain tersebut berasal dari etnis, negara atau daerah yang sama, dibandingkan apabila orang lain tersebut berasal dari kebudayaan asing. Semakin seseorang familiar dengan orang-orang berbeda, kemampuan mengenali eksprei raut wajah juga semakin meningkat. Pada sebuah penelitian, hanya 21% responden etnis cina yang tinggal dicina yang mampu mengenali ekspresi takt orang-orang kulit putih Amerika, tapi sebanyak 62% responden etnis cina yang tinggal di Amerika Serikat mampu mengenali ekspresi takut tersebut.

2. Ekspresi wajah dapat memiliki arti yang berbeda pada saat yang berbeda, tergantung pada konteks social dan maksud yang dimiliki orang menunjukan ekspresi tersebut.

Dalam sebuah budaya, ekspresi wajah dapat memiliki banyak arti yang berbeda. Kerutan dahi dapat berarti “Awas saya betul-betul marah” atau “Saya serius dengan hal ini, jadi dengarkanlah!” senyuman belum tentu berarti “Saya sedang gembira” namun bias berarti “Saya sedang berusaha menjadi orang yang menyenangkan”.

3. Budaya-budaya didunia memiliki perbedaan dalam focus perhatian mereka pada konteks ekspresi emosi.

Apakah ekpresi wajah menunjukan apa yang sesungguhnya dirasakan oleh seseorang? Mungkinkah ekspresi wajah merupak refleksi apa yang terjadi pada situasi tersebut? Masyarakat amerika yang berorientasi pada diri sendiri cendereung melihat ekspresi wajah yang ditunjukkan seseorang sebagai refleksi langsung dari kondisi emosi internal orang tersebut. Saat orang amerika diperlihatkan sebuah foto wajah beberapa orang, mereka akan mengatakan bahwa orang yang menunjukkan ekspresi bahagia pasti orang yang memang sedang bahagia, sekalipun wajah orantg-orang lainnya dalam foto tersebut menunjukkan ekspresi sedih atau takut. Sebaliknya orang jepang memiliki budaya yang menekankan bahwa tiap-tiap orang saling berkaitan dalam satu jarring hubungan persahabatan yang membutuhkan usaha agar tetap dalam hubungan yang harmonis. Mereka cenderung tidak menyimpulkan suatu situasi berdasarkan bsatu ekspresi wajah saja, melainkan akan mempertimbangkan konteks situasinya. Saat ditunjukkan foto yang sama, orang jepang akan mempertimbangkan ekspresi yang ditunjukan oelh wajah semua orang yang terdapat dalam foto tersebut. Hal ini mungkin dapat menjelaskan alas an orang jepang mengalami kesulitan mengenali ekspresi emosi pada foto yang menunjukkan ekspresi dari satu orang saja. Kejadian serupa tidak akan terjadi pada masyarakat yang berasal dari budaya barat.

4. Selain menggunakan ekspresi wajah untuk menunjukkan perasaannya, banyak orang yang menggunakan ekspresi wajahnya unutuk berbohong mengenai perasaan yang mereka miliki.

Ekspresi wajah tidak hanya memperlihatkan perasaan kita yang sesungguhnya, tetapi juga dapat digunakan untuk menyamarkan perasaan yang sesungguhnya dan mengelabui orang lain. Paul Ekman sekalipun , yang telah meneliti ekspresi qwajah selama bertahun-tahun menyatakan, “Jelas terdapat emosi tanpa ekspresi dan ekspresi (wajah) tanpa emosi”. Banyak orang yang saat marah tidak berjalan kian kemari sambil menggerutu dan mengantumkan rahang rapat-rapat, banyak otang yang tidak menangis sekalipun sangat berduka dan sedih.

 

One Response to “Express Rajah dalai Konekes Social Dan Budaya”

  1. falyh Says:

    kalu yang ekspresinyha datar-datar aja ni mel, itu berarti ada yg salah gak sih sama dirinya??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s