Thefubbys’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

IQ ANAK AUTISTIK April 8, 2010

Filed under: Uncategorized — melly fitria @ 3:01 pm

Pertanyaan orang tua yang sering diajukan kepada penulis adalah berapa ya IQ anak saya kalau dites?. Pada bagian ini penulis mencoba memaparkan hasil-hasil riset yang dilaporkan oleh beberapa ahli yang ditulis oleh Lewis (2003) dalam bukunya yang berjudul Development and Disability berkaitan dengan IQ anak autistik..
Lewis (2003) menulis berbagai laporan hasil studi tentang IQ anak autistik yang cukup nrienarik untuk disimak. Kebanyakan laporan studi menyatakan bahwa IQ anak autistik berada di bawah 70. Laporan tentang hal ini rata-rata ditulis pada tahun 1999. Beberapa laporan yang dikutip oleh Lewis seperti Fombonne (1999) telah mereview 12 epidemilogi dengan menstudi level IQ yang dilapublikasikan antara tahun 1966 hingga 1999. Sekitar dua juta anak yang berusia dari sejak lahir hingga 27 tahun dipelajari. Hanya 4% ditemukan sebagai autistik yakni 80.000. la melaporkan bahwa seperempat anak memiliki IQ: 70, seperempatnya lagi memiliki IQ antara 50-69 dan setengahnya memiliki IQdibawah50.
Lewis juga melaporkan tentang IQ anak autistik yang ditulis oleh Folsten, dkk (1999). la melaporkan hasil studi dari 90 anak autistik berusia 3-32 tahun. la mencatat bahwa 21% anak autistik memiliki IQ di bawah 30, 24% memiliki IQ 30 hingga 49, 17% memiliki IQ 50-69 dan 38% yang memiliki IQ di atas 70. Volkmar, Szanmari dan Sparrow (1993) melaporkan bahwa 199 anak-anak dan remaja anak autistik, 48% memiliki IQ di bawah 35, 38% ber-IQ 35-69 dan hanya 14% memiliki IQ 70. Dalam laporannya tidak disebutkan berapa jumlah laki-laki dan perempuan, tetapi ia menyatakan bahwa hanya 17% anak laki-laki yang memiliki IQ 70 dan-perempuan hanya 2%-nya saja. Berkaitan dengan IQ yang ditinjau dari jenis kelamin antara laki-laki dan permepuan belum ditemukan perbandingan bahwa IQ anak autistik laki-laki lebih tinggi disbanding IQ anak autistik berjenis kelamin perempuan. Hal ini masih membutuhkan studi ilmiah yang akurat.
Selanjutnya, Sigman dan Ruskin’s (1999) melakukan studi longitudinal sejumlah anak-anak autistik yang memiliki IQ 70 mungkin akan menurun. Mereka melaporkan bahwa rata-rata IQ dari 43 anak autistik diukur dari usia 3 hingga 5 tahun memiliki IQ 51 dan lebih dari 90% anak-anak autistik ini memiliki IQ di bawah 70. Selanjutnya, sekitar 8-9 tahun kemudian rata-rata IQ mereka cenderung menurun hingga 49, tetapi sekarang hanya di bawah 70% yang memiliki IQ di bawah 70.
Kemampuan visual spatial merupakan kemampuan yang menoncol pada anak autistik. Kemampuan ini diasosiasikan antara IQ non verbal lebih tinggi dibanding daripada IQ verbalnya, meskipun sebagian pola-polanya ditandai dengan IQ yang rendah. (e.g. Siegel, Miushew dan Goldstein, 1996). Yang menarik adalah laporan Mawhood, Howlin dan Rutter (2000) yang menyatakan bahwa 19 anak autistik yang berusia 4-9 tahun memiliki IQ nonverbal di atas 70. Pada usia 21-27 tahun anak-anak autistik rata-rata memiliki IQ 83, dibandingkan rata-rata 94 ketika mereka masih anak-anak. Sedang IQ verbalnya rata-rata 82
dibanding pada masa awal/ anak-anak yakni rata-rata 67. Siegel (1996) menuliskan bahwa 2-3% anak autistik memiliki level intelegensi nonverbal yang normal, tetapi memiliki signifikansi yang sangat kuat terhadap “kerusakan” dalam IQ verbal (bahasa). Namun demikian bersamaan dengan perkembangan anak, 10% anak autistik memiliki fungsi intelektual dalam kedua kemampuan verbal dan non verbal. Paparan tersebut menegaskan bahwa meskipun rata-rata IQ non verbal ini relative pada individu anak autistik adalah luar biasa daripada IQ verbal mereka pada masa kanak-kanak, perbedaan ini hilang pada masa remaja.
Berbagai laporan ilmiah tentang IQ anak autistik di atas menunjukkan bahwa level IQ anak autistik berkecenderungan di bawah rata-rata anak-anak pada umumnya yakni di bawah 90. Tidak banyak ditemukan laporan IQ anak autistik yang melebihi batas rata-rata anak-anak pada mumnya. Namun demikian, ada indikasi IQ non verbal lebih baik dibanding IQ verbal serta tes-tes yang menggunakan visual spatial lebih baik bagi IQ anak autistik. Ditinjau dari pengelompokannya, IQ anak autistik ini memiliki kesamaan pada tinjauan IQ pada anak MR. Ditinjau dari IQ, anak MR terbagi menjadi 3 kategori yakni Debil dengan IQ 51-80, Embisil ber-IQ 26-50 dan Idiot ber-IQ di bawah 25.
Berbagai laporan ilmiah di atas disikapi secara beragam oleh para ahli, praktisi, terapis, guru ataupun orang tua dari anak autistik sendiri. Pro dan kontra tentang pengukuran/ tes IQ ini masih terus berlangsung. Hal-hal yang terus diperdebatkan adalah alat tes yang digunakan untuk mengukur IQ anak autistik, dimana pertanyaannya adalah bagaimana validitas dan reliabilitas alat tersebut?. Bagaimana dengan bias budaya? Apakah mungkin bahwa manusia yang unik dan komplek hanya dapat direpresentasikan dengan angka IQ 60 atau 70 yang bermakna anak bodoh, tunagrahita ataupun boderline dan sebagainya. Beberapa praktisi menanggapi hal ini sebagai suatu permasalahan yang tidak subtantif. Mereka cenderung lebih mengutamakan pada “apa yang bisa kita lakukan terhadap keadaan anak autistik daripada sibuk mencari label apa yang pas bagi anak. Namun demikian, harus diakui bahwa label ini dibutuhkan dalam perspektif metode penanganan yang pas, kepentingan administratif atau kepentingan-kepentingan dalam studi ilmiah.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s