Thefubbys’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

SELF INJURY April 8, 2010

Filed under: Uncategorized — melly fitria @ 3:13 pm

Self injury merupakan bentuk perilaku anak-anak autistik yang dimanifestasikan dalam bentuk menyakiti diri sendiri. Perilaku ini muncul dan meningkat dikarenakan beberapa masalah seperti rasa jemu, stimulus yang kurang atau kebalikannya yakni adanya stimulus yang berlebihan. Ada juga. yang mungkin disebabkan secara langsung yang berkaitan biologis. (Jordan dan Powell, 1995).
Beberapa kasus perilaku yang menyakiti diri sendiri seperti menjambak rabut, menggigit dan membenturkan kepalanya sendiri ke dinding atau di atas lantai. Perilaku ini muncul secara spontan dan dilakukannya tanpa ragu-ragu, “sungguh-sungguh”. Beberapa anak autistik yang memiliki perilaku ini tidak menunjukkan rasa sakit meskipun kenyataan akibat dari perilakunya menunjukkan adanya bekas benjol atas benturan kepala dengan lantai atau dinding, berdarah atau membiru pada bagian tubuh tertentu sebagai bekas gigitannya sendiri. Rasa sakit yang ditimbulkan direspon secara “singkat”. Hal ini menunjukkan adanya indikasi beberapa kasus anak autistik yang memiliki masalah dengan fungsi sensorinya dimana seperti sama sekali tidak merasakan rasa sakit yang sedang dialaminya.
Sebuah kasus anak bernama Hira (nama samaran) yang cenderung menyakiti dirinya sendiri dengan cara menjambak rambut dan menggigit bagian tanganya sendiri. Ketika ia merasa tidak nyaman, tertekan atau kebutuhannya tidak terpenuhi maka Hira akan menjambak rambutnya atau menggigit dirinya sendiri. Cara melakukannyapun dengan sepenuh hati, sungguh-sungguh. Bekas gigitan di tanganya terlihat merah dan keluar darah. Hira cukup mengusap darah yang ada ditanganya. Ketika bekas lukanya diobati dengan obat merah, anak tidak merasakan perihnya.
Kasus lain adalah kasus Acad (nama samaran) yang cenderung memukul kepalanya sendiri (jawa: ngeplak; memukul kepala dengan posisi tangan terbuka) dengan sekeras-kesranya. Perilaku ini muncul secara spontan dan disebabkan karena keadaan yang tidak nyaman, tertekan atau kebutuhannya tidak terpenuhi. Cara “ngeplak-nya” spontan dan keras sekali dan karena dilakukan secara berulang-ulang dalam jangka yang cukup lama, maka telapak tangan terlihat menjadi keras (“kapalan”). Ketika kita mencegah perilaku ini dengan menghalangi kepalanya dengan tangan, betapa keras “kepi akan” tersebut, terasa panas menggigit.
Beberapa kasus yang pernah dijumpai oleh penulis menunjukkan adanya indikasi bahwa perilaku ini akan berkurang frekuansinya. Hal ini diduga karena beberapa faktor seperti kematangan anak, pemahaman anak, diet makanan, terapi yang diberikan dan penanganan yang bersifat medis dan tentu usaha yang sangat luar biasa dari sekolah dan orang tua serta keluarga.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s