Thefubbys’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

SELF STIMULATION April 8, 2010

Filed under: Uncategorized — melly fitria @ 3:19 pm

Leaf dan McEachin (1999) menuliskan bahwa perilaku self stimulation merupakan salah satu ciri utama yang terdapat dalam mendiagnosis anak autsitik. Perilaku ini adalah berulang-ulang, stereotype yang tidak untuk menyediakan beberapa fungsi lain diluar sensori grafitasi. Ketika anak autistik terlibat dalam self stimulation, maka perhatiannya biasanya tertuju penuh pada perilaku tersebut dan anak dipastikan tidak dapat memproses informasi penting. Hal ini sangat berkaitan dengan belajar. Perilaku ini semakin menguatkan individu autistik dan sering kali kesulitan mendorongnya untuk mengurangi perilaku tersebut.
Selanjutnya, Leaf dan McEachin (1999) membagi beberapa kategori perilaku self stimulation ini. Kategori pertama adalah gerak tubuh. Hal ini termasuk berayun-ayun, hand flapping, dan memutar-mutar badan sendiri. Tatapan merupakan bentuk visual self stumulation seperti memperhatikan sesuatu garis visual yang melintang bergerak seperti melihat melalui rusuk-rusuk pagar.
Kategori yang kedua, self stimulation menggunakan objek bertujuan untuk mencari input sensori contohnya flapping menggunakan kertas, daun, melilitkan tali pada jari, memutar objek, memutar roda mobil, mengayak pasir, memercikan air dan menjumput-jumput kain. Seringkali anak-anak autistik berinteraksi dengan benda-benda melalui bermain. Mainan tidak digunakan semestinya tetapi hal ini nampak sebagai tujuan kebiasaan seperti memutar roda mobil sebagai pengganti “mengemudi” mobil. Penggunaan objek yang berulang-ulang seperti mengetuk-ngetuk benda ke meja atau dinding juga termasuk dalam kategori ini.
Kategori ketiga, ritual dan obsessions. Perilaku ini termasuk menyusun objek dalam satu deret, memegang/ kelekatan terhadap benda, memakai pakaian yang sama, menuntut sesuatu untuk tidak berpindah (furniture), berbicara terus-menerus tentang topik tertentu (verbal perseveration), menutup pintu dan masalah dengan perpindahan benda. Hal ini sering kali melibatkan aturan yang anak kembangkan dan menuntut orang lain untuk mengikuti aturan. Sebagaimana perilaku obsesi, aturan tersebut sungguh-sungguh terlibat dalam kehidupan sehari-hari. Saking kuatnya dan menjadi sangat melekat sehingga anak menjadi menolak untuk mengubah obsesinya.
Sebagian dari orang-orang pada umumnya melibatkan diri dalam beragam bentuk self stimulation seperti menggoyang-goyangkan kaki, mengikat rambut atau bermain dengan pensil. Berbeda dengan tipe orang yang dapat melanjutkan perhatian dan perilaku ini biasanya sangat tidak nampak. Yang paling penting tidak hanya atau hasrat memahami untuk berkeinginan menerima kepuasan. Sebagian besar orang merasakan kepuasan melalui rekreasi, hobi dan berhubungan dengan orang lain. Sebagian orang menghentikan perilaku karena untuk menghindari reaksi sosial yang negatif misalnya kita tidak mengorek-ngorek gigi kita ketika orang lain sedang melihat kita.
Self stimulation pada anak autistik terjadi pada waktu anak merasa bosan atau tertekan/ tidak nyaman. Ketika perilaku ini muncul dengan keasyikan yang tinggi, anak tidak akan dapat belajar. Tetapi sebenarnaya fungsi dari perilaku ini adalah untuk mengurangi frustrasi, tekanan (stress) dan fungsi adaptasi dari perspektif anak atas stimulus yang hadir.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s